ASI merupakan Nutrisi utama yang mengandung ratusan zat gizi
yang penting untuk pertumbuhan sang buah hati. Sebagai ibu, pastinya akan
memberikan ASI sebagai nutrisi utama dari sang bayi. Namun, dengan adanya
aktivitas yang tidak memungkinkan untuk bersama dengan sang bayi, biasanya
urusan pekerjaan. maka sang ibu mengalami kendala dalam pemberian ASI. Meski
demikian, Ibu bisa tetap memberikan nutrisi terbaik ASI dengan cara memompa ASI
tersebut dan memberikannya kepada bayi sang buah hati.
Memompa ASI (Air Susu Ibu) akan sangat membantu Anda selama
masa menyusui. Dengan memompa ASI Anda dapat menyimpan sebanyak mungkin ASIP
(Air Susu Ibu Perahan) sehingga kebutuhan si kecil akan tetap terpenuhi
walaupun Anda sedang bekerja di kantor. Setelah Anda mulai terbiasa, Anda akan
menyadari bahwa memompa ASI sebenarnya tidak sulit dilakukan. Artikel ini
menjelaskan tentang cara memilih pompa yang tepat, memompa secara efektif, dan
menyimpan ASI dengan benar untuk hasil yang terbaik.
Ada beberapa metode yang bisa digunakan untuk memompa ASI.
Dalam, artikel ini akan di bahas empat metode yang akan membantu sang Ibu dalam
meingkatkan pemahaman tentang cara yang tepat untuk memompa ASI.
Metode 1 dari 4:
Memilih Pompa dan Mempersiapkan Diri
Memilih Pompa dan Mempersiapkan Diri
1 Tentukan tipe pompa yang cocok untuk Anda.
Setiap jenis
pompa ASI memiliki kekurangan dan kelebihan. Sesuaikan pompa dengan gaya hidup
Anda, kebutuhan bayi, dan selera Anda sendiri, lalu tentukan pompa yang paling
cocok untuk Anda. Harga pompa ASI berkisar antara Rp300,000 hingga Rp10 juta,
dari pompa manual sederhana hingga pompa dengan mesin listrik berteknologi
tinggi. Berikut ini adalah gambaran mengenai tipe pompa ASI:
· Pompa
Manual. Alat sederhana ini adalah pilihan yang paling murah. Pompa ini
disertai dengan lapisan yang ditempatkan di atas puting payudara dan alat
pengisap yang menarik susu ke dalam botol. Para ibu menyukai pompa manual
karena harganya yang murah dan mudah dibawa bepergian. Di sisi lain, pilihan
ini tidak praktis untuk ibu yang berencana untuk menyusui bayinya dengan ASIP
sepenuhnya, karena setiap satu sesi pompa manual biasanya menghabiskan waktu 45
menit dan memerlukan kedua tangan untuk mengoperasikannya.
· Pompa
Elektrik. Pompa ini mudah digunakan dan bisa memompa ASI lebih banyak
dalam waktu yang lebih singkat. Anda hanya perlu menyalakannya dan membiarkan
mesinnya bekerja, dan dalam waktu 15 - 20 menit waktu memompa ASI, Anda bisa
melakukan kegiatan lain karena tangan Anda bebas digunakan. Tapi, pompa ini
biasanya jauh lebih mahal; siapkan dana sekitar beberapa juta rupiah bahkan
sampai 10 juta rupiah, tergantung pada merek yang Anda sukai.
· Pompa
bertenaga baterai. Pertimbangkan untuk membeli pompa ini sebagai pilihan
tengah antara harga dan tenaga yang perlu Anda keluarkan. Pompa bertenaga
baterai bekerja mirip dengan pompa elektrik, hanya saja tidak memompa sebanyak
dengan pompa elektrik. Salah satu kekurangan lainnya adalah Anda harus sering
mengganti baterainya.
2 Pilih waktu yang tepat untuk mulai memompa.
Setiap ibu
memiliki kebutuhan dan selera yang berbeda-beda saat memilih waktu memompa dan
memberikan ASI dalam botol untuk bayinya. Bayi prematur mungkin perlu diberi
ASI menggunakan botol dari hari pertama kelahirannya, hal ini berarti Anda
harus langsung segera memompa ASI. Dalam sebagian besar kasus, ibu disarankan
untuk menunggu hingga 3 minggu sebelum memberikan ASI dalam botol ke bayi untuk
menghindari "bingung puting." Walaupun pada akhirnya pilihan berada
di tangan Anda sebagai ibu.[1]
· Jika
Anda berencana untuk mulai memompa saat Anda kembali bekerja, berlatihlah
memompa beberapa minggu sebelumnya agar Anda terbiasa.
· Jika
Anda ingin mulai memompa sebelum Anda siap memberikan ASI dalam botol ke bayi,
bekukan ASIP dalam mesin pembeku untuk digunakan kemudian.
3 Biarkan waktu menyusui bayi menjadi panduan waktu memompa.
Untuk
memastikan agar Anda mendapatkan ASIP dalam jumlah banyak adalah dengan
menyesuaikan waktu memompa dengan jadwal menyusu bayi. Dengan begitu, Anda bisa
memanfaatkan siklus alami tubuh, daripada memaksakan agar susu keluar pada
waktu-waktu yang tidak tentu.
· Ingatlah
bahwa semakin sering Anda memompa maka akan semakin banyak susu yang Anda
hasilkan.
· Anda
bisa memompa satu payudara Anda saat bayi sedang menyusu di payudara yang lain.
Cara ini akan membuat Anda lebih mudah untuk mendapatkan susu dalam jumlah
banyak.
· Anda
bisa menunggu satu jam setelah menyusui bayi dan memompa kedua payudara Anda.
· Jika
Anda tidak di rumah, pompalah pada waktu biasanya Anda menyusui bayi Anda.
4Santai.
Proses memompa akan paling mudah dan paling
nyaman dilakukan saat Anda tenang dan santai. Baik jika Anda memompa di rumah
atau di sela-sela pekerjaan kantor, Anda harus menemukan waktu yang tenang agar
tidak terburu-buru. Jika Anda terburu-buru, proses ini justru akan sulit untuk
dilakukan.
5 Picu refleks letdown. Dengan begitu,
ASI akan
bergerak masuk ke dalam payudara dan mengalir dengan mudah ke dalam pompa.
Pijat payudara Anda, kompres dengan kain hangat, dan biarkan bergerak ke bawah
untuk memicu refleks letdown.
6 Pastikan alat-alat Anda besih dan telah mencuci tangan sebelum
memulai.
Hal ini akan menjamin bahwa ASI tidak terkontaminasi selama
proses memompa. Pastikan untuk mencuci pompa, botol dan peralatan lainnya
setelah setiap sesi memompa.
Metode 2 dari 4:
Menggunakan Pompa Manual
Menggunakan Pompa Manual
1 Letakkan lapisan payudara di atas puting Anda. Pastikan
ukurannya sesuai untuk payudara Anda. Jika ukurannya tidak cocok dengan
payudara Anda, lapisan ini bisa menyebabkan kegagalan memompa, rasa sakit dan
iritasi payudara.
2 ekan pompa. Pegang lapisan payudara dengan satu tangan
dan tekan pompa dengan tangan Anda yang lain. ASI akan mulai masuk ke dalam
botol.
3 Ganti posisi pegangan pompa jika perlu. Mengganti posisi
pegangan pompa bisa mempengaruhi daya isapnya, jadi gerakkan hingga Anda
menemukan tingkat isapan yang tepat sehingga Anda dapat memompa lebih mudah.
4 Cobalah membungkuk ke depan untuk membantu susu keluar dengan
lebih mudah. Gaya gravitasi bisa membantu menarik aliran susu ke dalam
botol.
5 Terus memompa hingga alirannya melambat. Saat memompa
dengan pompa manual, waktu yang diperlukan biasanya sekitar 45 menit.
Metode 3 dari 4:
Menggunakan Pompa Elektrik atau Bertenaga Baterai
Menggunakan Pompa Elektrik atau Bertenaga Baterai
1 Letakkan lapisan payudara di atas puting dengan tepat. Jika
Anda memiliki pompa ganda, letakkan 2 lapisan di atas kedua puting Anda secara
bersamaan. Pompa ganda bisa menghemat banyak waktu bagi ibu yang ingin memompa
ASI dengan cepat atau ibu dengan bayi yang membutuhkan banyak ASI.
2 Nyalakan dan biarkan mesinnya bekerja. Susu akan dipompa
secara otomatis dari payudara Anda ke dalam botol.
3 Sesuaikan daya isap otomatis sesuai kebutuhan. Jika
aliran susu terlihat lambat atau Anda merasa sakit, ubah daya isapnya. Ubah
posisi payudara dan tubuh Anda secara keseluruhan. Proses memompa seharusnya
tidak terasa sakit walaupun terasa aneh pada awalnya.
4 Tetaplah tenang selama memompa ASI. Hal ini akan
mempermudah proses memompa. Beberapa ibu bisa merasa tidak tenang karena suara
mesin pompa. Tapi jika Anda tetap tenang, Anda akan menghasilkan lebih banyak
susu dalam waktu yang lebih singkat dibandingkan dengan jika Anda merasa cemas.
5 Teruskan hingga aliran susu melambat. Saat menggunakan
pompa elektrik atau pompa bertenaga baterai, Anda bisa selesai dalam waktu antara
15 hingga 20 menit
Metode 4 dari 4:
Menyimpan ASIP.
Menyimpan ASIP.
1 Simpan ASIP dalam
lemari es hingga tiga hari. Anda bisa menyimpannya dalam botol baru atau
botol pompa. Pastikan untuk melabeli botol dan gunakan ASIP yang diperah paling
awal.[
2 Bekukan ASIP hingga beberapa bulan. Jika Anda memiliki banyak
ASIP, Anda bisa membekukannya dalam wadah plastik khusus ASIP. Isi hingga 3/4
nya sehingga masih ada ruang untuk susu saat memuai. Beri label dan pastikan
untuk menggunakannya sebelum tiga atau empat bulan.
· Jangan
bekukan susu dalam kantung yang tidak ditujukan untuk menyimpan ASIP. Beberapa
bahan kimia dalam plastik bisa masuk ke dalam susu. Sedangkan botol plastik
sekali pakai terlalu tipis untuk menyimpan ASIP.
· Saat
Anda siap untuk menggunakan susu, cairkan susu di dalam lemari es. Jangan
mencairkannya langsung dalam suhu ruang.
· Jangan
mencampur susu segar ke dalam susu beku.
· 3
· Simpan
ASIP dalam takaran yang sesuai. Daripada menyimpan dalam wadah besar,
simpan dalam takaran kecil antara 50 - 120 ml, tergantung pada seberapa banyak
susu yang biasa diminum bayi Anda sekali waktu
Tips
· Memompa
ASI juga bisa melegakan payudara yang dipenuhi susu dan terasa sakit.
· Anda
mungkin merasakan pada awal-awal memompa, tidak banyak ASI yang keluar. Hal ini
mungkin karena Anda perlu lebih banyak berlatih menggunakan pompa ASI. Biasanya
dalam beberapa minggu para ibu akan mulai terbiasa menggunakannya. Walaupun
ASIP yang sedikit mungkin juga disebabkan oleh produksi yang rendah. Memompa
akan memacu produksi susu, jadi semakin sering memompa, akan semakin banyak
susu yang diproduksi.
· Anda
bisa membeli bra khusus yang dirancang untuk digunakan bersama dengan pompa
ASI, sehingga Anda bisa memompa tanpa menggunakan tangan.
· Asuransi
mungkin mengganti biaya pompa ASI jika bayi Anda lahir prematur.
· Pompa
elektrik biasanya membutuhkan waktu yang lebih sedikit dibandingkan pompa
manual. Karena pompa elektrik bekerja otomatis, Anda tidak akan merasa lelah
setelahnya.
· Karena
harga pompa ASI elektrik rumah sakit sangat mahal, beberapa perusahaan
menyediakannya untuk disewakan.
Peringatan
· Selalu
bersihkan pompa dan semua bagiannya setelah setiap kali memompa ASI untuk
mencegah kontaminasi.
Semoga bermanfaat
Sumber Wikihow









No comments:
Post a Comment